Sentuhan emosi dalam logika

Tak ada yang salah dengan semua ini

Banyak tanya yang tak mampu terjawab

Cara pandang berwujud emosi

Hempaskan semua hasrat

Hanya mampu berharap

Puing-puing keegoan luluh lantak

Menyisakan perih

Meninggalkan kenangan

Tanpa sempat terjamahkan

Ketika hati ingin mencari

Ketika emosi terbantahkan dengan logika

Apa yang harus kuperbuat?

KMT Base, Sorong

Tuesday, August 1st 2006

2 Responses to “Sentuhan emosi dalam logika”

  1. Yudhi Says:

    SELURUH HIDUPKU
    ADALAH PENGORBANAN
    TIADA PENYESALAN
    SEMUA KULAKUKAN UNTUK
    KEBAHAGIAN
    KEDAMAIAN ABADI

    BEGITU JAUH PERJALANAN
    YANG HARUS KETEMPUH

    PENGORBANAN TERLAHIR
    DARI KETULUSAN HATI
    KADANG MEMANG HARUS TERLUKA
    SEMUA BAGI YANG TERCINTA

    TUHAN BERIKAN AKU KEKUATAN
    UNTUK TETAP BERTAHAN
    AGAR SEMUA KEYAKINANKU
    TAK AKAN MENJADI SIA-SIA

    HARGAILAH AKU WALAU HANYA
    TERSENYUM UNTUKKU

    AKAN KU PERTARUHKAN SELURUH
    JIWA DAN RAGAKU
    DEMI JIWA-JIWA YANG MENGISI
    DI RUANG BATINKU.

    TICBAND 2002

  2. Harry Says:

    NALURI DAN CINTA

    Tak selalu bisa berdampingan
    Tak selalu bisa dipisahkan
    Tak selalu menjadi suatu pembenaran
    Tak selalu menjadi kesalahan
    Tak selalu bisa di putuskan
    Tak selalu untuk di renungkan
    Tak selalu minta di hadapkan
    Tak selalu menemukan jalan
    Tak selalu mencapai kemenangan

    Naluri tak pernah mengatakan suatu kebohongan.
    Cinta selalu cenderung mengatakan kebohongan

    Apapun itu NALURI dan CINTA
    Cuma siksaan yang terasa..

    Ikuti aja kata hatimu fie..
    Allah telah menuliskannya di LAUH Al MAHFUZNya..
    Insya Allah siapapun orang itu mudah mudahan dia benar benar tunduk dengan RidhoNya..

    Harry Ostdahl Hartanto AL Klateni

    1 Romadhon 1427 H

Leave a Reply