Archive for June, 2006

Get relax..

Saturday, June 24th, 2006

Yuhu,,,,

Dah lama ga nongol.

How is your life guys….?

Akhir2 ini banyak kejadian yang menyedihkan, menegangkan, bahkan menyenangkan, semuanya datang silih berganti tanpa ada yg harus dipertanyakan, tanpa ada yg mampu mencegahnya…

Setelah semua kelelahan yang mendera, letih yang menghujam, cemas yang tak berujung..

But I believe, after this all happened,there will be a sunshine to warm me up & make me smile again….

2 minggu lalu, aku & temen2 kosan main ke anyer,,, huuah senangnya, banyak kenangan indah disana, walaupun ga semua bisa ikut, tapi ga akan pernah lupa deh semua kenangan manis disana.

Tuk all my prens di "Latief" thanks banget yaaach atas semua indah yg telah kalian berikan. Tuk Ndoel, Hamdan atas semua ceramahnya hehehe…tuk Dion yg cuma nongol kakinya doank pas di foto huahuaha,,, foto lu keren abis coy, tuk Inu atas semua persiapan & pelaksanaan acara, tuk temen2 Jepang & Korea terutama buat Yumiko yg harus kembali ke Jepang,,, maafin ya fie ga bisa  nganter sampai ke airport, tuk Bagus yg minta dipijetin karena kecapekan main ps, tuk Robby yg dah ngingetin qta waktu keasikan main dipantai sampai ga inget pulang hihihi….

Mudah2an setelah ini, aku dapat terus tersenyum tuk menghadapi hidup,,, coz I have surrounded by people who give their love to me,,, including you :)

Thanks ya Ndoel tuk tulisanY really inspire me

Saturday, June 3rd, 2006

“Kalau semua tanya tak pernah bisa tereksekusi oleh sebuah jawab, tengadahkan kepala dan tanyalah pada langit apakah ada butiran kapas putih yang melayang dan bisa memberimu sebuah harap…

Rahmah yang slama ini kau genggam erat-erat belum tentu adalah akhir cerita hidupmu… bukalah sekat yang menghijabkan dirimu sendiri….. siapapun tahu kau MAMPU, hanya kau yang terlalu “malas” untuk mendengarkan intuisimu sendiri… bangkit dan jangan berjalan ditempat…masih banyak kisah beribu kupu-kupu putih yang belum kau lihat indah kepaknya…

Ukhti…….saudariku…..tetapkan rasa hatimu…apakah putih apakah hitam..

Jangan hidup dalam alam abu-abu…

Kalau saat ini kelam menghalang…galau mengkungkung, ragu menggantung, beranilah dan maju untuk dirimu sendiri….. jangan pernah merasa menyesal, setiap anak adam pasti pernah memetik buah khuldi, tetapi itu semua hanya akan menjadi monumen dosa yang muram dan berdiri tegak disetiap bayangan tubuh. Semua peluh yang telah lahir entah karena penat ataupun nikmat kristalkan saja dalam ingatan dan kirimkan “paket” itu pada aliran air di waktu hujan…tak usah lagi kau cari kemana perginya, biarkan ia hanyut dan luruh bersama keruhnya tetes-tetes jarum hujan yang bersenyawa dengan hara……………….”

Mudah-mudahan aku sanggup tuk terus melangkah & mampu memaknai setiap arti kehidupan ini.

Thanks buat tulisannya ya ndoel… ga akan pernah dilupain deh moment2 ketika harus begadang sampai ayam berkokok & dinginnya gerimis dini hari, tapi kayaknya kalo sambil gawe dah ga kuat lagi hehehe….

Ikhlas jika itu yang terbaik….

Thursday, June 1st, 2006

Indah sekali kalimat itu apabila bisa dilaksanakan setulus hati,

Menghilangkan segala amarah & dendam terhadap orang yang pernah menyakiti memang tidak mudah,

Rasa sakit akan sangat membekas terutama dari seseorang yang pernah disayangi,

Harapan dan  angan yang selama ini tersusun, sirna sudah seakan hanya ada awan kelabu yang singgah,

Hancurnya hati ini tak bisa terganti oleh apapun,

Terlalu dalam dan perih luka ini,

Sampai kapan luka ini terus menusuk ?

Sampai kapan semuanya akan pulih?

Mampukah aku tuk terus melangkah?

Tak ada jawaban yang pasti selain keikhlasan dari diri sendiri & ketulusan untuk membuka hati dan pikiran,

Satu hal yang bisa membuatku optimis adalah keyakinan bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat umatNya,

Baik & buruknya perbuatan kita akan mendapat balasan yang setimpal

Percayalah bahwa karma itu ada……

Bahagianya Orang Ikhlas

Thursday, June 1st, 2006

Friends,,, menjadi orang ikhlas memang tidak mudah tetapi akan ada kebahagian yang menanti dengan datangnya keikhlasan itu.

Berpikirlah terus, bagaimana caranya agar amal kita diterima Allah.
Tidak usah mengharap balas jasa, pujian, atau keuntungan sesaat.

"Ketahuilah, hari ini adalah hari Allah. Tidak boleh ada kesombongan
dan sikap melampaui batas. Ikhlaskan niat kalian untuk berjihad dan
carilah ridha Allah dengan amal kalian". Inilah yang disampaikan
Khalid bin Walid di hadapan komandan pasukannya menjelang Perang
Yarmuk.

Tak lama kemudian, datanglah utusan Khalifah membawa sepucuk surat
untuk Khalid bin Walid. "Pedang Allah" ini segera membacanya. Di
dalamnya tercantum beberapa hal, termasuk berita wafatnya Khalifah
Abu Bakar dan dan beralihnya kendali kekhalifahan ke tangan Umar bin
Khathab. Yang terpenting, Khalifah Umar mencopot jabatan panglima
perang yang disandang Khalid bin Walid, dan mengangkat Abu Ubaidah
bin Jarrah sebagai penggantinya.

Bagaimana sikap Khalid? Ia menerima pemberhentian tersebut dengan
sikap ksatria. Tidak sedikit pun kekecewaan dan emosi terpancar dari
wajahnya. "Aku tidak berperang untuk Umar. Aku berperang untuk
Tuhannya Umar," demikian ungkapnya.

Ia segera mendatangi Abu Ubaidah bin Jarrah untuk menyerahkan
kendali kepemimpinan. Setelah itu ia berperang habis-habisan di
bawah komando mantan anak buahnya tersebut. Padahal, masa itu adalah
masa keemasan Khalid bin Walid.

Saudaraku, betapa bahagianya Khalid bin Walid. Lihatlah, betapa
mudahnya ia menyerahkan jabatan kepada anak buahnya, lalu berperang
habis-habisan sebagai seorang prajurit. Orientasi perjuangannya
adalah Allah, bukan jabatan, ketenaran dan kepuasan nafsunya.

Kita harus mulai mengevaluasi diri. Boleh jadi kita sibuk beramal,
namun tidak sibuk menata niat. Sehingga amal-amal yang kita lakukan
tidak ada nilainya di hadapan Allah. Seorang ibu mengandung selama
sembilan bulan, ia tidak mendapatkan apa-apa selain rasa sakit, bila
kehamilannya itu disikapi dengan keluhan. Demikian pula seorang
bapak yang siang malam bekerja, ia tidak mendapatkan apa-apa selain
rasa lelah, bila tidak karena Allah. Karena itu, jangan hanya sibuk
beramal, tapi sibukkan pula dengan meluruskan niat.

Bagaimana agar kita bisa ikhlas? Tekniknya sederhana. Pusatkan
pikiran dan amal hanya untuk Allah. Berpikirlah, bagaimana agar amal
kita diterima Allah. Titik. Tidak usah mengharap balas jasa, pujian,
atau keuntungan sesaat. Lakukan yang terbaik, sampaikan dengan cara
terbaik, berikan yang terbaik, dan dengan hati terbaik.

Saudaraku, orang ikhlas itu pasti bahagia dalam hidupnya. Sebab,
Allah SWT akan menganugerahkan enam ciri (keutamaan) dalam hidupnya.

[1] Jarang kecewa terhadap dunia. Orang ikhlas tidak mengharapkan
apapun dan dari siapapun. kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan,
tapi dari mempersembahkan. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas akan
banyak kecewa dalam hidup, karena banyak berharap dari makhluk.

[2] Tidak pusing dengan penghargaan. Baginya orang ikhlas dipuji
atau dicaci sama saja, asalkan apa yang ia lakukan benar caranya dan
lurus niatnya.

[3] Tidak membeda-bedakan amal besar dan amal kecil. Orang ikhlas
tidak sibuk melihat besar kecilnya amal. Ia hanya sibuk dengan apa
yang disukai Allah. Tidak ada yang kecil di hadapan Allah. Yang
kecil hanyalah amal yang tidak ikhlas.

[4] Nikmat berbuat amal. Kebahagiaannya bukan dari mendapatkan
pujian, namun dari optimalnya amal. Karena itu, orang ikhlas akan
tangguh dan istikamah dalam ibadah.

[5] Tidak menonjolkan "bendera". Orang ikhlas tidak berjuang untuk
satu kelompok tertentu. Ia berjuang hanya untuk Islam.
Kelompok/bendera hanyalah sarana/alat untuk mencapai tujuan.

[6] Tidak ditipu setan. Allah SWT mengabadikan ucapan Iblis dalam
Alquran. "_pasti aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas" (QS Al Hijr [15]: 39-40).
Wallaahu a’lam.

Menerima kenyataan….

Thursday, June 1st, 2006

Manis & pahitnya jalan hidup tak bisa dihindari,

Ketika sesuatu hal buruk terjadi, kadang dinding emosi tak mampu lagi membendungnya

Hanya tangisan & cacian yang mampu terucap,

Pertanyaan2 pun tak mampu terjawab,

Kenapa engkau begitu tega?

Kenapa ada orang yang tak mempunyai hati, sehingga mampu melukai dengan cara yang keji?

Apakah semua rasa sayang ini tak berarti bagimu?

Apakah perhatianku selama ini tak cukup bagimu?

Setalah aku hancurkan semua keegoanku,

Penuh keikhlasan untuk mengabdi & memberikan yang terindah tapi ternyata semua tak sesuai dengan harapan,

Semua fakta pun bisa diputarbalikkan dengan tajamnya lidah,

Hanya kenyataan lah yang bisa menjawab semuanya…….