Mengaitkan Urusan dengan Allah

Sedikit bahan untuk renungan & semoga bermanfaat untuk membersihkan hati qta, Amien….

Mengaitkan Urusan dengan Allah
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Setiap urusan yang tidak dikaitkan kepada Allah, berpotensi menjadi
besar, rumit, dan berat. Karena itu, orang yang paling sengsara
dalam hidup adalah orang yang tidak mengenal Allah. Semua yang
dilakukannya tidak memiliki gantungan yang kokoh.

Tidak ada rezeki selain dari Allah. Sekecil apa pun itu, semuanya
datang dari Allah. Manusia hanya sekadar perantara. Saat kita lapar,
kemudian ada yang memberi kita makan. Maka yakinlah bahwa makanan
itu datang dari Allah, orang itu hanya sekadar perantara. Benar
ungkapan Imam Al Ghazali, "Dia (Allah) yang menciptakan rezeki dan
menciptakan yang mencari rezeki, serta Dia pula yang mengantarnya
kepada mereka serta menciptakan sebab-sebab sehingga mereka dapat
menikmatinya".

Saudaraku, yang paling mahal dari pemberian adalah ingat kepada
Allah. Contohnya saat mendapat uang. Yang terpenting bukan uangnya,
namun bagaimana uang tersebut menjadikan kita ingat dan bersyukur
kepada Allah. Saat kita dikaruniai rumah, maka yang terpenting bukan
bagus dan megahnya rumah, namun bagaimana rumah itu bisa mendekatkan
kita kepada Allah. Saat Rezeki terbesar kita bukan datangnya
sesuatu, namun ingat Allah karena sesuatu itu.

Ali bin Abi Thalib berkata, "Jangan merasa adanya yang memberi
nikmat kepadamu selain Allah. Dan anggaplah semua nikmat yang engkau
terima dari selain Allah itu sebagai kerugian.”

Segala sesuatu yang kita alami, benar-benar ada dalam kekuasaan
Allah. Semuanya terjadi karena izin Allah, entah yang baik maupun
yang buruk. Andai kita bermaksiat, maka maksiat yang kita lakukan
terjadi karena izin Allah. Karena itu, jangan mencari izin Allah.
Yang harus kita cari adalah ridha Allah. Ridha Allah ini hakikatnya
adalah izin yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Demikian
pula saat mencari rezeki. Semua yang kita dapatkan, halal maupun
haram, datang kepada kita karena izin Allah. Rezeki yang kita
dapatkan akan berkah dan membawa kebaikan bila dikaitkan dengan
Allah sebagai Dzat Pemberi Rezeki.

Saudaraku, setiap urusan yang tidak dikaitkan kepada Allah,
berpotensi menjadi besar, rumit, dan berat. Orang yang paling
sengsara dalam hidup adalah orang yang tidak mengenal Allah. Semua
yang dilakukannya tidak memiliki gantungan yang kokoh.

Jadi, kita akan stres bila hati lebih bergantung kepada ikhtiar
daripada kepada Allah. Saat berbisnis misalnya. Bila kita
menggantungkan kesuksesan bisnis hanya pada strategi yang kita
rancang, kita akan stres bahkan depresi ketika bisnis tersebut
mengalami kegagalan. Saat kita mendambakan pendamping hidup, dan
kita menggantungkan harapan pada ikhtiar semata, maka kita akan
stres saat gagal menikah. Idealnya, ikhtiar seratus persen dan
keyakinan pun seratus persen. Keyakinan, adalah pangkalan tempat
berpijak. Hati harus yakin, sambil terus menyempurnakan ikhtiar.
Wallahu a’lam.

3 Responses to “Mengaitkan Urusan dengan Allah”

  1. Teguh Eka Says:

    tulisan yg bagus utkk di koleksi Fie..
    memang begitu seharusnya, tapi kok mengenai “urusan kita” kayanya kamu masih agak jauh dari tulisan diatas…
    sori loh tapi gue kasih kritik yg membangun kan ??..

    thanks for stoping by to my FS too.

  2. andi Says:

    Hu3x Fifie… TOP BGT euy!! Ndi jadi terharu sampe nangis 2 ember+ 1 tempayan.. (alaah..)
    Kirim2 ke Ndi ya kalo ada artikel spt ini!!
    Pokoke Fifie is the best lah..

  3. AriiS Says:

    OK, tulisan yang bagus banget!!! Bisa ngebuka mata hati kita untuk selalu ingat,ingat dan ingat akan adanya Dzat Yang Maha Segala-galanya.
    Kebetulan saat ini aku lagi kalut, THANX!!

Leave a Reply