Archive for April, 2006

Busy days…

Tuesday, April 25th, 2006

Huff,,,, cape banget.

Beberapa hari ini rasanya makin berat aja…

Tugas kuliah numpuk, makalah Transport Phenomena, Laporan praktikum, Bikin amdal tuk Ilmu Lingkungan, bikin program tuk Metode Numeric, tugas Kinetika Kimia.

Presentasi juga banyak…

Belum lagi harus ketemu dosen2 pembimbing praktikum… Kapan waktunya?

Lah wong para dosen minta ketemunya siang…

Hey man,,, I also have to work even on the weekend….

Sekarang, kerjaan di kantor juga butuh penilaian lebih berat dengan berbagai macam objective & performance yang harus diselesaikan dengan segala target2nya….

Fiiiuh,,, waktu 24 jam serasa ga cukup tuk menyelesaikan ini semua…

So, when I can enjoy my time like the others?

They think I’m a super girl that can do anything in the same time….

They think I’m a lucky girl with all my accessories

My friends also said that I’m a tough woman… but beside that I just an ordinary girl who need somebody to share,,, or just a shoulder to cry on… hehehhe sekalian deh nyanyi….

Life is full of lots of up and downs,

And the distance feels further when you’re headed for the ground,

And there is nothing more painful than to let you’re feelings take

you down,

It’s so hard to know the way you feel inside,

When there’s many thoughts and feelings that you hide,

But you might feel better if you let me walk with you

by your side,

And when you need a shoulder to cry on,

When you need a friend to rely on,

When the whole world is gone,

You won’t be alone, cause I’ll be there,

I’ll be your shoulder to cry on,

I’ll be there,

I’ll be a friend to rely on,

When the whole world is gone,

you won’t be alone, cause I’ll be there.

All of the times when everything is wrong

And you’re feeling like

There’s no use going on

You can’t give it up

I’ll help you work it out and carry on

Side by side,

With you till the end

I’ll always be the one to firmly hold your hand

no matter what is said or done

our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on

Everyone needs a friend to rely on

When the whole world is gone

You won’t be alone cause I’ll be there

I’ll be your shoulder to cry on

I’ll be there

I’ll be the one you rely on

when the whole world’s gone

you won’t be alone

cause I’ll be there!

And when the whole world is gone

You’ll always have my shoulder to cry on….

Mengaitkan Urusan dengan Allah

Monday, April 3rd, 2006

Sedikit bahan untuk renungan & semoga bermanfaat untuk membersihkan hati qta, Amien….

Mengaitkan Urusan dengan Allah
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Setiap urusan yang tidak dikaitkan kepada Allah, berpotensi menjadi
besar, rumit, dan berat. Karena itu, orang yang paling sengsara
dalam hidup adalah orang yang tidak mengenal Allah. Semua yang
dilakukannya tidak memiliki gantungan yang kokoh.

Tidak ada rezeki selain dari Allah. Sekecil apa pun itu, semuanya
datang dari Allah. Manusia hanya sekadar perantara. Saat kita lapar,
kemudian ada yang memberi kita makan. Maka yakinlah bahwa makanan
itu datang dari Allah, orang itu hanya sekadar perantara. Benar
ungkapan Imam Al Ghazali, "Dia (Allah) yang menciptakan rezeki dan
menciptakan yang mencari rezeki, serta Dia pula yang mengantarnya
kepada mereka serta menciptakan sebab-sebab sehingga mereka dapat
menikmatinya".

Saudaraku, yang paling mahal dari pemberian adalah ingat kepada
Allah. Contohnya saat mendapat uang. Yang terpenting bukan uangnya,
namun bagaimana uang tersebut menjadikan kita ingat dan bersyukur
kepada Allah. Saat kita dikaruniai rumah, maka yang terpenting bukan
bagus dan megahnya rumah, namun bagaimana rumah itu bisa mendekatkan
kita kepada Allah. Saat Rezeki terbesar kita bukan datangnya
sesuatu, namun ingat Allah karena sesuatu itu.

Ali bin Abi Thalib berkata, "Jangan merasa adanya yang memberi
nikmat kepadamu selain Allah. Dan anggaplah semua nikmat yang engkau
terima dari selain Allah itu sebagai kerugian.”

Segala sesuatu yang kita alami, benar-benar ada dalam kekuasaan
Allah. Semuanya terjadi karena izin Allah, entah yang baik maupun
yang buruk. Andai kita bermaksiat, maka maksiat yang kita lakukan
terjadi karena izin Allah. Karena itu, jangan mencari izin Allah.
Yang harus kita cari adalah ridha Allah. Ridha Allah ini hakikatnya
adalah izin yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Demikian
pula saat mencari rezeki. Semua yang kita dapatkan, halal maupun
haram, datang kepada kita karena izin Allah. Rezeki yang kita
dapatkan akan berkah dan membawa kebaikan bila dikaitkan dengan
Allah sebagai Dzat Pemberi Rezeki.

Saudaraku, setiap urusan yang tidak dikaitkan kepada Allah,
berpotensi menjadi besar, rumit, dan berat. Orang yang paling
sengsara dalam hidup adalah orang yang tidak mengenal Allah. Semua
yang dilakukannya tidak memiliki gantungan yang kokoh.

Jadi, kita akan stres bila hati lebih bergantung kepada ikhtiar
daripada kepada Allah. Saat berbisnis misalnya. Bila kita
menggantungkan kesuksesan bisnis hanya pada strategi yang kita
rancang, kita akan stres bahkan depresi ketika bisnis tersebut
mengalami kegagalan. Saat kita mendambakan pendamping hidup, dan
kita menggantungkan harapan pada ikhtiar semata, maka kita akan
stres saat gagal menikah. Idealnya, ikhtiar seratus persen dan
keyakinan pun seratus persen. Keyakinan, adalah pangkalan tempat
berpijak. Hati harus yakin, sambil terus menyempurnakan ikhtiar.
Wallahu a’lam.